Believe in Yourself, Success Will Come Over to You

photo (8)

 

Hai semua! Kali ingin saya ingin berbagi cerita mengenai film yang dapat menginspirasi hidup. Apa ya filmnya? Ya judulnya 3 Idiots!. Film ini merupakan salah satu film Bollywood. Mungkin kalau kalian mendengar kata “Bollywood” sejenak dipikiran kalian pasti akan mengatakan, “Ah, film India mah apa sih nyanyi-nyanyi doang, nari-nari sana-sini,” tapi jangan salah dulu film ini memecahkan semua rekor pembukaan box office di India loh! Waah! Ini adalah film terlaris di akhir pekan pembukaannya di India dan memiliki koleksi hari pembukaan tertinggi untuk film Bollywood. Bayangkan saja dalam waktu 4 hari film ini telah disebar ke 40 negara dan berhasil mengantongi 1 milyar Rupe kalau dirupiahkan sekitar 200 milyar rupiah. Bahkan, di Amerika Serikat, 3 Idiots berhasil mengumpulkan 6,5 juta dollar Amerika! Ini merupakan sebuah prestasi bagi film Bollywood. Berlum pernah loh ada film Bollywood yang berhasil mencapai lebih dari 4 juta dollar di negeri Paman Sam tersebut. Berarti filmnya menarik bukan? Film ini ternyata diangkat dari novel “Five Point Someone” karya Chetan Baggat. Film yang disutradarai oleh Rajkumar Hirani ini menceritakan tiga orang sahabat bernama Rancchoddas “Rancho” Shyamaldas Chanchad (Aamir Khan), Raju Rastogi (Sharman Joshi), dan Farhan Qureshi (R. Madhavan), sebagai mahasiswa di Imperial College of Engineering (ICE).

 

Film ini mengisahkan tentang bagaimana tingkah polah tiga mahasiswa itu melawan aturan di ICE yang dirasa membebani mahasiswa dengan target dan orientasi lulus-kerja-sukses tanpa memperhatikan sisi psikologis dan kecerdasan emosional mahasiswa. Karena tingkah mereka yang di luar standar dan cenderung bandel itulah, semua teman mereka, termasuk Rektor Viru Sahastrabudhhe (Boman Irani) menjuluki tiga anak ini sebagai “anak-anak idiot”. Di kampus itu, persaingan adalah hal yang utama dan wajar. Profesor Viru mencontohkannya dengan sebuah cerita tentang burung Cuckoo yang meletakkan telurnya di sarang burung lain. Saat telur itu menetas, burung Cuckoo akan mendepak telur lain dan merebut sarang burung itu. Prinsip “kompetisi dan bersaing” ditanamkan sedemikian rupa sehingga mahasiswa hanya mengejar nilai dan gelar, tanpa pernah mengerti dan memahami makna “education” yang sesungguhnya. Sesuai dengan kata katanya, “Life is a race. If you don’t run fast, you’ll get trampled.”

 

images6Di sisi lain, tiga mahasiswa ini mencoba mencari cara lain dalam menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa ICE. Pendidikan itu sebenernya memahami dan mempraktekkan bukan sekedar menghafal. Prinsip ini disampaikan secara cerdas oleh aktor Aamir Khan yang memerankan Rancho. Suatu saat, Rancho datang untuk menyampaikan pendapatnya di kantor Profesor Viru. Ia mengkritik sistem pendidikan di ICE yang membuat mahasiswa menjadi kaku dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Dia mengatakan bahwa metode pengajaran di ICE ini penuh tekanan ini terlihat salah satu mahasiswa yang bernama Joy ia memutuskan untuk bunuh diri karena hasil karyanya sebuah pesawat-pesawatan, ya semacam helikopter, ini dinilai jelek oleh sang rektor (Professor Viru) ia juga menelepon ayahnya Joy dan mengatakan bahwa Joy takkan mungkin lulus, takkan bisa membuat helikopter yang bagus pokoknya intinya karyanya dihina oleh rektor dan ia stres dan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Rancho juga berkata bahwa di India bunuh diri memiliki rating yang tinggi. Namun, rektor dalam hal ini Professor Viru mengatakan bahwa ICE yang tadinya peringkat ke-24 sekarang sudah menjadi peringkat I dengan menggunakan metode yang sudah ia terapkan selama bertahun tahun. Namun, Rancho membantah ia berkata, “Buat apa itu semua? Mahasiswa tidak berdiskusi cara menjadi insinyur mereka hanya bersaing merebutkan nilai yang tertinggi.” Spontan profesor marah dan menyeret Rancho ke sebuah kelas, sambil berkata, “Inilah Rancho. Ia lebih memahami makna teknik  daripada semua staf pengajar di sini. Baiklah, silahkan ajari kami tentang teknik,” (baca teknik: engineering). Sang Profesor duduk di antara mahasiswa lain dan meninggalkan Rancho sendirian di depan kelas.

 

Rancho pun berdiam diri di depan cukup lama, lalu Professor Viru berkata, “Kita tidak punya banyak waktu,” lalu Rancho pun mulai membaca buku yang ada di depannya dan menulis dua kata di papan, yaitu ‘Prerajulisation dan Farhanittrate’ dan ia menyuruh semua yang ada di ruangan tersebut termasuk profesor untuk mencari makna kata tersebut dalam waktu 30 detik. Setelah waktu habis ternyata tak ada satu pun yang dapat menjawabnya lalu Rancho berkata, “Bagaimana? Tak ada yang tahu? Saat saya menanyakan pertanyaan ini mengapa kalian sangat begitu antusias? Antusias mendapatkan hal baru? Ini seperti tekanan.” Dia juga mengatakan, “This is college not a pressure cooker.” Dia mengambil salah satu contoh yaitu mengenai sirkus dia bilang, “Singa-singa yang dilatih pasti kalau sudah bisa dibilangnya ‘well trained,’ bukan ‘well educated’.” Belum selesai ia berbicara tiba-tiba Professor Viru memotong, “Hey! Ini bukan kelas filosofi. Jelaskan saja apa arti kedua kata tersebut!” dengan nada marahnya. Lalu Rancho menjawab “Maaf Pak, kedua kata itu tidak ada, itu hanya nama teman saya Farhan dan Raju,” spontan seisi kelas tertawa dan Professor berkata, “Apa-apaan ini! Begini caramu mengajar?” Rancho menjawab “Oh tidak Pak, Anda yang sudah ahli mengenai teknik, saya di sini bukan mengajar teknik, tapi saya mengajari kepada Anda ‘BAGAIMANA CARA UNTUK MENGAJAR’. Berbeda dengan Anda, saya tidak akan pernah meninggalkan siswa saya yang lemah.” Professor pun tak bisa berkata apa-apa dan Rancho kabur.

 

Lalu, singkat cerita Raju akhirnya mendapatkan pekerjaan, padahal ia dianggap remeh oleh rektornya karena selalu mendapatkan nilai yang jelek. Professor berbuat curang ia sengaja membuat soal ujian untuk Raju dengan kesulitan yang tinggi agar Raju gagal. Hal ini diketahui oleh Pia anak professor dan ia mengatakan kepada Rancho. Lalu, Rancho dan Farhan diam-diam masuk ke ruangan Professor Viru untuk mengambil soal ujian tersebut dan memberikannya kepada Raju. Namun, siapa sangka ternyata Raju tidak mau berbuat curang juga. Ia berkata kalau pun ia gagal tidak apa apa. Tiba-tiba professor datang ke kamar mereka dan mengetahui semuanya lalu ia pun marah besar dan mereka bertiga dikeluarkan dari ICE secara mutlak. Saat itu hujan lebat, banjir di mana-mana, Mona anak Proffesor ingin melahirkan namun karena keadaan darurat ia pun melahirkan di salah satu ruangan kampus dengan persalinan yang tidak biasa. Persalinanannya dibantu oleh Rancho. Penasaran? Mending buruan tonton filmnya di: http://www.youtube.com/watch?v=Y-baGENwrnU&feature=youtube_gdata_player.

 

Menurut saya, kenapa film ini recommended banget buat ditonton soalnya ini sangat mendidik! Jujur, saya sudah menonton film ini lebih dari 2 kali. Intinya dalam film ini sang sutradara ingin menyampaikan bahwa “Jadilah diri Anda sendiri yakin dengan kemampuan niscaya kesuksesan akan datang menghampiri.” Ini terlihat ketika Rancho yang akhirnya jadi scientist ternama, Farhan sukses dengan fotografinya, dan Raju sukses dengan karirnya serta menjadi penulis handal. EHH KECEPLOSAN, hahaha buruan deh tonton filmnya itu link-nya diatas yah! Terima kasih telah membaca hohoho.

 

Shafira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *