Awal dari Masa Depan

dream

Halo P-assengers! Kenalin, nama aku Hana Faisa Marwaa. Biasanya sih, dipanggil Hana sama orang lain, tapi ada juga kok yang manggil Nana atau bahkan Nyai (kalo ini panggilan di kelas hehe). Mungkin karena nama Hana udah kebanyakan kali, ya? Jadi, terserah kalian aja mau manggil aku apa. Oh iya, aku anak kelas pojokan, yaitu X IPS 1. Udah kelasnya terpojok, bau amis pula. Itu kata Pak Mahroji, sih. Aku anggota baru PIDAS dari Departemen Multimedia. HEHE. Ini adalah tugas artikel pertama yang aku terima. Harap dimaklumi ya kalau masih banyak kekurangan.

“Apa mimpimu?”

Itu tema artikel kali ini. Pertanyaan ini sering banget dilontarkan di manapun dan kapanpun. Dari masih TK , sampai sekarang. Dan aku selalu bingung untuk menjawab pertanyaan ini. Yang mostly orang lain lontarkan untuk bertanya tentang cita- cita. Mungkin dulu waktu masih kecil, hal yang lumrah untuk menjawab pertanyaan itu adalah “Aku mau jadi dokter!” “Aku mau jadi pilot!” atau “Aku mau jadi artis!” Tapi seiring dengan waktu, jawaban- jawaban itu biasanya akan berubah, dan itu yang terjadi sama aku. Sampai sekarang, justru aku belum menemukan jawaban yang pasti untuk pertanyaan itu. Lebih tepatnya, aku belum bener- bener tau apa cita- citaku. “Kok lo udah SMA masih belom tau cita- cita sih, han?” Yaaaa, sebenernya banyak hal yang ingin aku jadiin cita- cita, jadi aku belum fokus hanya untuk 1 cita- cita aja. Tapi kalo untuk ngebahas apa yang ingin aku capai, aku sudah punya jawabannya. Yaitu aku ingin menguasai bahasa- bahasa selain Bahasa Indonesia. Memang sih, ini bukan suatu hal yang mudah untuk dicapai, tapi ‘kalau kita ada kemauan dan niat dalam menjalaninya, apa sih yang nggak bisa?’ itu yang selalu dikatakan oleh banyak orang.  BTW, kenapa sih, ingin bisa banyak bahasa? Karena bagi aku, bahasa itu adalah hal yang sangat penting. Kita bisa berkomunikasi dengan banyak orang karena adanya bahasa. Bukan cuma bahasa yang diucapkan, tapi juga bahasa isyarat. Kalo kalian liat orang bisa banyak bahasa, keliatannya keren nggak sih? Bagi aku sih, itu keren parah. Di PIDAS ini, sebagai ekskul jurnalistik, pasti secara nggak langsung kita akan belajar tentang bahasa. Ketika kita ingin menulis artikel, membuat video, atau berkomunikasi lewat media sosial, kita akan berpikir tentang bagaimana bahasa yang cocok untuk digunakan agar orang lain dapat mencerna informasinya dengan mudah. Jadi itulah salah satu alasan aku masuk PIDAS. Selain itu, beberapa tahun yang lalu, aku sempat menonton K-Drama yang berjudul ‘Pinocchio’  mungkin beberapa dari kalian juga tau drama ini. Aku sebenarnya nggak akan nonton sesuatu, kalo tontonan itu nggak ngasih manfaat atau ilmu bagi aku. Tapi di drama ini, aku bisa belajar banyak banget tentang sisi asli dari pekerjaan di bidang jurnalistik, yaitu reporter. Bagaimana satu kalimat bisa mengubah semuanya, dan betapa berpengaruhnya sebuah berita bagi kepercayaan orang terhadap pandangan mereka dalam melihat sesuatu. Pokoknya semuaaa hal tentang reporter dikemas ke dalam cerita yang sangat realistis dan membuatnya terlihat seperti hal yang seru. Mulai saat itu, aku jadi tertarik dengan bidang jurnalistik, tetapi belum ada wadah untuk menyalurkannya. Hingga sekarang aku bertemu PIDAS, bikin aku jadi senenggg banget. Oh iya, aku juga ingin masuk FISIP UI jurusan Ilmu Komunikasi, belum terlalu yakin, sih. Masih ingin membahas lebih banyak tentang hal ini sama orang tua. Yang jelas, semua awalan dari masa depan kita, nggak terlepas dari doa dan berserah diri kepada Allah. He gives us what we need, and that’s not always what we want. Percaya bahwa semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik bagi kita, dan selalu bersyukur. Karena dengan bersyukur, kita akan bisa menikmati hidup dengan lebih nyaman.

Sekian dari aku, sampai jumpa di artikel selanjutnya! Semoga mimpi- mimpi yang kita gantungkan sekarang termasuk ke dalam apa yang kita butuhkan di masa depan. Bubye!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *