Chanoyu Workshop at GJUI

Tanggal 6 Juli 2013, saya bersama tim saya pergi ke FIB UI, tepatnya untuk mengikuti Gelar Jepang UI ke-19. Ini sebetulnya juga kali pertama saya pergi ke Universitas Indonesia. Saya juga bercita-cita untuk masuk menjadi mahasiswa di FK UI, amin. Ternyata di dekat UI ada kandang rusa yang lumayan besar ditambah Lingkungan UI juga masih sangat asri, banyak pohon, sedikit kendaraan, tapi eggak tau juga apa karena hari libur jadi kendaraan sepi.

 

Pukul 9.30 saya telah sampai lokasi GJ UI, setelah bertemu dengan tim saya dan waktu menunjukkan pukul 10 (dibukanya GJ UI) langsung saja saya masuk ke Gelar Jepang itu. Di dalam sana banyak info dan pameran seputar Jepang. Pada GJ UI yang ke-19 ini bertemakan tentang kota-kota wisata di Jepang. Di sana ada replika Tokyo Tower, lampion-lampion Jepang, taman bunga sakura, beraneka ragam makanan Jepang, komik-komik Anime, dan berbagai workshop seperti Chanoyu (upacara minum teh ala Jepang), Gundam, Oshibana, Anime, Obakeyashiki dan Bahasa Jepang.

 

Kebetulan tim saya mendapat bagian meliput Chanoyu. Setelah mendaftar ulang workshop Chanoyu yang telah di-booking, kami menuju tempat workshop Chanoyu yang berada di ruang kelas lantai 2. Pukul 11 siang workshop Chanoyu pun dimulai. Workshop dimulai dengan perkenalan nama pengajar dan pengenalan alat-alat Chanoyu itu sendiri. Sebetulnya, menurut saya di workshop itu bukan untuk kita belajar agar bisa melaksanakan Chanoyu, tapi untuk kita mengenal dan mengetahui Chanoyu itu sendiri. Karena para senseinya bilang bahwa bertahun-tahun di Jepang untuk mempelajari Chanoyu. Jadi, jika hanya 30 menit workshop tentu tidak cukup waktunya.

 

Di workshop, setiap pesertanya dapat mencicipi teh hijau. Dan diberi manisan karena teh hijau yang asli pahit rasanya. Tapi di balik kepahitan teh hijau itu, entah kenapa banyak orang yang menyukainya. Mungkin karena selera masing-masing orang berbeda. Sekian

 

M. Dian Fachri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *