Dimakan Kodok?

93844ed3e4d3243964eee9364e9331fd

Hai, P-assengers! Wah….udah lama banget nih aku nulis artikel di blog PIDAS 81. In case buat yang udah lupa atau baru pertama kali baca artikel-ku, namaku Ersya dari Divisi News Cetak, dan artikel ini adalah artikel ke-9 ku di PIDAS.

Nah, untuk artikel kali ini, aku akan membahas tentang kodok.

‘Hah? Kodok?’

Iya, kamu nggak salah baca, artikel-ku kali ini akan membahas tentang kodok dan pengalamanku tentang si kodok ini. Eh, tapi bukan kodok beneran, kok, kodok disini punya arti lain, guys. Tema ini aku angkat dari materi yang aku dapat dari presentasi Kak Alifa tempo hari tentang ‘I Dare You To Eat The Frog’. Apa sih itu?

Seorang penulis bernama Mark Twain dulu pernah berkata,

“Eat a live frog first thing in the morning and nothing worse will happen to you the rest of the day. If it’s your job to eat a frog, it’s best to do it first thing in the morning. And if it’s your job to eat two frogs, it’s best to eat the biggest one first.”

Bisa juga dibilang, “You need to eat your frog, otherwise the frog will eat you”

Hehehe… seram juga ya.

Maksud dari ‘frogs’ disini adalah hal-hal yang kamu harus lakukan seperti tugas atau kewajiban dalam satu atau beberapa hari. Quote Mark Twain diatas juga mengajarkan kita bagaimana mengatur waktu dan aktivitas kita secara efisien dan tepat, hal ini juga mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda suatu pekerjaan. Karena diyakini bahwa kalau kamu melakukan tugasmu lebih awal di suatu hari, maka sepanjang hari kamu, kamu nggak akan pernah merasa dikejar oleh kewajiban. Jika kamu terus menerus menunda pekerjaan kamu, yang ada malah pekerjaan kamu akan ‘memakan’ kamu atau bahasa lainnya membuat kamu malah keteteran, duh…malah ribet, kan nantinya?

Dan disaat kamu memiliki beberapa tugas atau kewajiban di dalam satu hari, hal yang terbaik untuk dilakukan adalah melakukan hal yang tersulit lebih dahulu, atau bisa dibilang kewajiban yang penting dan juga paling mendesak, lalu dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang lebih mudah dan tidak dikejar waktu. Dengan begitu, pekerjaan kamu akan lebih cepat selesai dan lebih efisien. Kamu juga bisa menyimpan waktu lebih banyak untuk bersantai setelah kamu merampungkan kewajiban kamu.

Untuk menentukan urutan ‘frog’ kamu ini bisa dibantu dengan teknik Eisenhower Box.

Yaitu dengan membagi pekerjaan menjadi 4 kategori, antara lain:

  1. Sesuatu yang kamu tidak mau lakukan, tetapi penting untuk dilakukan
  2. Sesuatu yang kamu mau dan penting dilakukan
  3. Sesuatu yang kamu mau lakukan, tetapi tidak penting untuk dilakukan
  4. Sesuatu yang tidak mau kamu lakukan, dan tidak penting.

Nah, dengan teknik ini, kamu akan lebih bisa menentukan prioritas pekerjaan kamu yang harus kamu lakukan lebih dahulu supaya kamu dapat lebih mudah menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan kamu dan lebih efisien dalam waktu dan tenaga kamu.

Tapi tentunya semua teknik diatas pasti nggak akan merubah situasi kalau kamu sendiri nggak ada niatan ataupun nggak melakukan aksi sama sekali. Disaat kamu ingin melakukan hal untuk menjadi lebih baik, hanya dengan membaca tips atau buku saja tidak cukup kalau nggak ada aksi sama sekali. Jadi, daripada kamu terus berangan-angan dan cuma baca materi ini-itu, lebih baik kamu kerjakan sekarang juga tanpa berpikir panjang apa yang akan terjadi kedepannya, karena kalau kamu terus bingung dan memikirkan pekerjaan mana yang harus kamu kerjakan lebih dulu, hal itu malah akan memperhambat kamu, dan semua materi yang kamu dapat pun nggak akan berguna pada akhirnya.

Untuk aku sendiri, aku adalah termasuk anak yang suka nunda pekerjaan. Nggak sering sih, tapi aku yakin kok, 80% orang di bumi ini pasti juga beberapa kali nunda-nunda pekerjaan. Dari mulai tugas rumah, sekolah, ataupun organisasi. Itu karena hal tersebut sudah menjadi sifat nurani kebanyakan manusia yang merasa dirinya ingin santai untuk waktu yang lebih lama.

Aku sendiri adalah anak yang duduk di kelas 11 jurusan IPA SMA Negeri 81 Jakarta, salah satu anggota MPK dan ikut ekskul PIDAS. Tentu kalo dijejerin semuanya kayak gitu, bisa dilihat kalo aku sebenernya anak yang nggak gabut-gabut amat. Setiap hari pasti ada tugas atau kewajiban yang harus aku kerjain, ada deadline maupun gaada deadline.

Nah, tentunya aku pernah beberapa kali harus melakukan several works on the same time. Dulu, disaat aku awal-awal baru jadi anggota MPK sekaligus naik ke kelas 11, aku mengalami panic attack karena kesibukan aku kala itu. Aku harus berkutat dengan UKBM dan PR, tugas MPK, dan belom lagi tugas-tugas di rumah dan kepanitiaan disana-sini. Alhasil, karena kurang bisa mengatur waktu, ada beberapa PR-ku yang keteteran dan akhirnya harus aku kebut.

Tapi sekarang, aku udah lumayan lebih baik dalam mengatur waktu, salah satu alasannya adalah pengalaman, dan juga materi kodok ini! Aku jadi terbiasa melakukan tugas aku secara beruntut dari yang paling besar dan mendesak sampai printilan-printilannya.

Jadi, semoga dengan artikel-ku ini, kalian bisa menerapkan ilmu tentang ‘Eat The Frog’ ini ke dalam dunia sehari-hari kalian. Dan jangan lupa untuk tidak menunda-nunda pekerjaan, ya. Atau pekerjaan itu yang akan memakanmu!

Terima kasih sudah menyimak artikel ini dan sampai jumpa lagi di artikel berikutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *