Gelar Jepang Universitas Indonesia 19

JAKARTA, PIDAS81.ORG—Tentu sebagian besar dari anda mengetahui Jepang. Ya, sebuah negara di ujung barat Samudera Pasifik ini terkenal dengan produk, kebudayaan, dan tempat-tempat pariwisatanya. Tidak ketinggalan, Jepang juga terkenal dengan kulinernya. Anda tentu tahu anime atau manga, sebutan untuk kartun atau komik khas Jepang. Popularitas anime atau manga ini, menyebar tidak hanya di Jepang, tapi sampai ke negara kita, Indonesia. Sudah banyak komunitas-komunitas pecinta anime atau manga di negara kita.

Melihat hal ini, Studi Bahasa Jepang FIB (Fakultas Ilmu Budaya) UI menggelar acara tahunan Gelar Jepang UI ke-19 (GJ UI’19). Acara GJ UI’19 diadakan di Pusat Studi Bahasa Jepang UI, Depok dari tanggal 5 sampai 7 Juli 2013. Gelar Jepang UI tahun ini mengusung tema “Pariwisata”. Hal ini dapat dilihat pada dekorasi area Gelar Jepang UI’19. Terdapat empat kota terkenal yang menjadi inspirasi dekorasi area, yaitu Tokyo, Okinawa, Kyoto dan Hokkaido.

Pada acara ini terdapat bazaar, seminar pariwisata Jepang, Obakeyashiki (Rumah Hantu Jepang), permainan ala Jepang serta berbagai macam lomba dan workshop. Terdapat lomba fashion show ala Jepang, makan takoyaki, membuat komik, Yu-Gi-Oh, dan lainnya. Dan workshop komik, Gundam, chanoyu (upacara teh khas Jepang), Japanese Class, dan Oshibana (seni merangkai bunga khas Jepang). Acara Gelar Jepang UI’19 ini terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya kecuali untuk mengikuti workshop, lomba, Obakeyashiki, dan menonton film yang ditayangkan. Di bazaar Gelar Jepang UI’19 ini, dijual berbagai merchandise GJ UI’19, pernak-pernik ala Jepang, kuliner Jepang, komik, poster, dan berbagai hal lainnya mengenai Jepang.

Di GJ UI’19 ini, kami mengikuti workshop Chanoyu. Di workshop ini, diajarkan tata krama dalam upacara teh khas Jepang beserta filosofi dalam Chanoyu. Chanoyu mengajarkan kita untuk menghargai apapun yang ada di hadapan kita, mengajarkan kedamaian, dan ketenangan.

Karena acara Gelar Jepang UI merupakan acara tahunan, tentu ada perbedaan setiap tahunnya. Seperti tahun ini dengan tahun lalu. Terdapat perbedaan pada tema yang diusung, dan pada GJ UI’19 ini terdapat lomba fashion show. Yang Fashion Show ini baru diadakan tahun ini.

Pengunjung terlihat antusias dengan event-event di GJ UI’19, seperti yang diutarakan salah satu panitia bidang HPD (Humas, Publikasi, Dokumentasi), Fisda “Hari pertama belum terlalu ramai, ada sekitar 2500 pengunjung. Tetapi hari kedua ini sepertinya bisa mencapai 4 atau 5 kali lipat lebih ramai, dan besok hari puncaknya bisa jauh lebih rame lagi. Setiap tahun memang seperti itu.” Beberapa pengunjung terlihat sangat tertarik seperti 4 remaja wanita yang kami wawancarai, Andriani, Anggi, Tasya, dan Shela, mereka mendapat info dari poster, teman, dan social media. “Penasaran aja sih, gimana acaranya dan emang rada suka anime juga,” kata mereka ketika ditanyakan mengapa tertarik datang ke Gelar Jepang UI’19 ini.

Di Gelar Jepang UI’19 dan setelah mengikuti workshop Chanoyu, kami mendapat pelajaran berharga bahwa kami harus menghargai apa pun yang ada di depan kita, dan untuk menciptakan kenyamanan, kita harus menciptakan harmoni terlebih dahulu.

Oleh:

M. Dian Fachri Revita Febryani Varellia Erend 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *