Orasi Cakapo & Cawakapo 2013/2014 SMAN 81 Jakarta

Berita Utama

p3

Oleh: Kelompok #4, Calon Anggota PIDAS 2013 (Allya, Annisa, Junifsa, Ridhasari, dan Aqila)

Pada tanggal 12 September lalu, SMAN 81 Jakarta mengadakan kegiatan Orasi bagi Cakapo dan Cawakapo periode tahun 2013/2014 (angkatan Aquilla). Apa sih Orasi itu? Orasi itu adalah salah satu agenda wajib tahunan SMAN 81 menjelang pelantikan Pengurus Osis baru. Orasi itu memang hampir sama dengan masa kampanye, tapi bedanya Orasi ini diselenggarakan di tengah lapangan saat matahari sedang panas-panasnya dan ditonton oleh seluruh siswa dan guru. Para kandidat akan ditempatkan diatas sebuah panggung kecil di tengah lapangan, di mana mereka akan menjabarkan visi, misi dan program kerja (proker) mereka nantinya. Mereka juga akan dipromosikan oleh masing-masing tim sukses, dan tentu akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh penonton dengan sebaik-baiknya.

Untuk tahun ini, ada tiga pasang kandidat. Siapa saja sih kandidatnya? Kandidat pertama adalah Afal (XI IPS 1) sebagai Cakapo dan Adit (XI IPS 1) sebagai Cawakapo. Kandidat kedua ada Wira (XI IPA 1) sebagai Cakapo dan Rere (XI IPA 3) sebagai Cawakapo, sedangkan di Kandidat nomor 3 ada Baihaqi (XI IPA 4) sebagai Cakapo dan Fadhil (XI IPA 3) sebagai wakilnya.

Acara Orasi ini dimulai pukul 10 pagi. Berhubung masa pelantikan Capsis bersamaan dengan masa pelantikan calon pengurus MPK (Praçista) maka acara ini dibuka oleh derap langkah serasi dari para Capsis dan Praçista yang kemudian berbaris dan membentuk barikade di sekeliling lapangan. Akhirnya, MC pun mempersilahkan ketiga kandidat untuk naik ke atas panggung. Suasana lapangan pun langsung berubah, kini dipenuhi sorakan-sorakan ramai dan penuh dukungan dari sana-sini.

p10Kemudian, Bapak Edi Sukmadi selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 81 memberi sedikit pidato yang menandakan bahwa kegiatan orasi ini sudah resmi dibuka. Dalam pidatonya beliau berharap agar orasi ini berjalan lancar, dan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh warga SMAN 81 Jakarta tentang apa itu arti demokrasi.

Acara segera dilanjutkan dengan pembacaan visi dan misi serta proker unggulan dari masing-masing kandidat. Kandidat #1 lebih cenderung ingin mengembangkan dan meningkatkan kegiatan ekskul dan kreativitas siswa SMAN 81, sedangkan Kandidat #2 lebih ingin menyalurkan bakat dan minat para siswa lewat iman dan taqwa. Kandidat #3 lebih terfokus pada pengembangan karakter dan budi pekerti siswa SMAN 81. Kandidat ke-3 ini juga ingin menjadikan SMAN 81 dikenal sebagai sekolah bermutu terbaik di nusantara.

Setelah visi misi serta poroker dijabarkan oleh para kandidat, sekarang waktunya tim sukses untuk mempromosikan masing-masing kandidatnya. Suasana kembali bertambah riuh ketika gerombolan tim sukses dari setiap kandidat naik ke atas panggung dan memberikan testimoni mereka terhadap kandidat. Bahkan ada juga tim sukses yang sengaja menyiapkan yel-yel untuk mendukung kandidat jagoannya.

Acara dilanjutkan dengan sesi paling penting dari keseluruhan acara: sesi tanya jawab. Di sinilah kesiapan dan ketanggapan para kandidat diuji, apakah mereka dapat menjawab pertanyaan secara spontan dengan jawaban yang memuaskan. Pertanyaannya pun sangat  beraneka ragam, bisa dalam bahasa Indonesia atau pun bahasa Inggris. Antusiasme penonton pun mulai terlihat lewat banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Baik dari siswa kelas X sampai kelas XII, semuanya ikut berpartisipasi menyumbang pertanyaan.

Sesi tanya jawab berlangsung cukup lama hingga azan Zuhur berkumandang. Akhirnya, kegiatan Orasi ini pun berakhir untuk sementara waktu, dan kira-kira pada pukul setengah dua akan langsung disambung lagi ke acara inti: proses pencoblosan kandidat Cakapo & Cawakapo. Di waktu ISHOMA (Istirahat, Sholat, dan Makan) yang senggang ini, Tim PIDAS menemukan bahwa masih banyak siswa, kelas X khususnya, yang masih belum menentukan pilihan diantara ketiga kandidat. Naomi dari kelas X IPS 2 misalnya, Ia mengaku bahwa ia masih belum menentukan pilihannya. “Dari Orasi tadi saya belum melihat kepribadian kandidat-kandidatnya yang menonjol, menurut saya para kandidat belum memanfaatkan waktu orasi tadi dengan maksimal. Saya juga belum menemukan jawaban yang sreg,” katanya.

Hampir sama seperti Naomi, Pak Zolvi, guru Bahasa Indonesia SMAN 81 Jakarta juga mengungkapkan bahwa beliau masih bingung akan memilih siapa. “Jujur saya masih bingung sih, belum menentukan pilihan. Karena daritadi yang saya lihat jawaban semua kandidat merata. Sampai detik ini saya belum menentukan mau memilih siapa,” kata pak Zolvi ketika kami tanya soal siapa kandidat pilihannya. Beliau lalu melanjutkan bahwa harapannya terhadap siapa pun ketua Pengurus OSISI yang baru hanya satu, “Masalah Komunikasi. Komunikasi OSIS dengan guru itu sangat penting. Ya, mungkin kalau sekarang belum kelihatan ya, karena sekarang kan masih masa kampanye. Kita belum lihat aksi di lapangannya. Jadi, bagaimana cara merealisasikan komunikasi yang baik? Bukan hanya antar-OSIS dengan guru, tapi antar semuanya—OSIS dengan Guru, OSIS dengan senior dan juniornya.”

Tim PIDAS juga sempat bertemu dengan Wira, Cakapo dari kandidat nomor 2 yang sedang beristirahat di waktu senggangnya sebelum pencoblosan. Ketika kami menanyakan tentang motivasi terbesarnya untuk menjadi kandidat ketua P.O., Ia langsung menjawab dengan tenang, “Ketua OSIS itu jabatan paling tinggi di OSIS. Saya ingin banget bisa megang jabatan paling tinggi itu dan bisa mengoordinasikan teman-teman saya sedemikian rupa agar sesuai dengan kehendak saya, sehingga kabinet saya nanti bisa jadi lebih bagus. Intinya, saya ingin majuin kabinet saya dengan cara saya,” katanya sambil tersenyum.

Wira juga mengungkapkan bahwa bagaimanapun hasilnya nanti, menang atau kalah, ia akan tetap bertanggung jawab pada OSIS SMAN 81 Jakarta dan bersikap profesional. “Berhasil atau enggaknya saya itu urusan belakangan. Pokoknya kita sebagai OSIS harus profesional. Pasti di kabinet itu udah ada seksi-seksi tertentu, dan pasti juga kita udah ditempatin sesuai seksi yang memang bener-bener kita mampu. Kita ini OSIS dan kita harus bertanggung jawab terhadap itu semua, enggak boleh masa bodoh.”

Sama halnya dengan Wira, Afal, Cakapo dari kandidat #1 juga mengungkapkan bahwa apapun hasilnya nanti, akan ia terima dengan lapang dada. “Masalah kalah atau menang itu sebenernya lapang dada aja, engggak usah dibawa berlarut-larut. Seluruh proses pemilihan ini kan pesta demokrasi ,bukan dipilih berdasarkan suka atau nggaknya. Kalau misalkan saya kalah nanti, ya terima aja. Lagipula kita semua ini OSIS, satu visi dan satu misi. Intinya, saya ingin bisa berkontribusi banyak buat sekolah ini, dan bikin proker-proker yang luar biasa, yang beda.”

Kira-kira pukul 13.30, proses pencoblosan dimulai. Kelas per kelas dipanggil bergiliran untuk turun ke bawah dan ikut mencoblos. Proses pencoblosan berjalan lancar dan teratur. Layaknya proses pencoblosan pemimpin yang sesungguhnya, sudah disediakan bilik-bilik dan kotak suara yang sudah siap kita gunakan. Tak lupa, cap jari kelingking apabila sudah selesai mencoblos, sebagai bukti bahwa kita sudah berpartisipasi.

Pukul 15.30, ketika bel pulang sudah berbunyi kira-kira setengah jam yang lalu, barulah proses penghitungan suara dimulai. Semua kandidat, Capsis, dan Praçista berkumpul di lapangan untuk menyaksikan hasil perolehan suara, sedangkan Pengurus OSIS dan MPK yang membantu menghitung suara. Proses ini berlangsung agak lama, kira-kira satu jam, mengingat siswa di SMAN 81 yang mencapai ratusan jumlahnya. Ternyata cukup banyak suara tidak sah, yang juga membuat suara murni sangat berkurang.

Di saat sedang menunggu hasil perolehan suara, Tim PIDAS bertemu Aziz, Pengurus OSIS angkatan Poseidon. Ia pun berbagi sedikit perasaannya soal kata-kata ‘lengser jabatan’ yang sebentar lagi harus ia hadapi.

Sthira itu udah punya komitmen gini; sebentar lagi kita memang bebas dari jabatan Pengurus OSIS, tapi kita tetap Sthira. Kemarin itu memang upacara terakhir kita sebagai Pengurus OSIS, tapi bukan sebagai Sthira. Kalau sedih, mungkin lebih karena kita udah ngelewatin semua suka dukanya selama setahun ini, dan tiba-tiba harus ngerelain ke mereka, Capsis baru yang harus bener-bener kita percaya. Oke, mungkin mereka memang belum mateng bener, tapi saya harus percaya sama mereka. Karena kalau saya enggak percaya sama mereka, jatuhnya bakal susah nanti.

Sebagai Pengurus OSIS yang sudah lebih dulu turun ke lapangan, Aziz juga memberi pesan yang sangat penting untuk para kandidat.

Hadapi semua dengan senyuman. Kenapa harus senyuman? Karena senyuman itu enggak cuma dari wajah, tapi dari hati. Kalau kalian memaknai hati itu senyum, berarti hati itu harus ikhlas. Hati itu harus tahu bahwa segala yang kita terima itu dari Tuhan, dan kita sendiri juga harus paham kalau segala sesuatu dari Tuhan itu adalah yang terbaik. Dan pada saat kita sudah mencapai kata-kata “Oh, ini yang terbaik,” berarti kita harus senyum. Kenapa? Karena hal itu adalah hal yang terbaik buat kita.

Akhirnya, kira-kira pukul 16.30, proses penghitungan suara berakhir. Hasilnya sudah tertulis besar-besar di sebuah papan tulis:

Jumlah Akhir Perolehan Suara

Siswa Guru* Jumlah** Persentase
Kandidat #1 Afal-Adit 220 16 236 33%
Kandidat #2 Wira-Rere 144 18 162 23%
Kandidat #3 Baihaqi-Fadhil 265 48 313 44%

* Suara guru bernilai 2 suara

** Jumlah suara tidak sah dan abstain: 110 suara.

p9

Selamat kepada pasangan kandidat #3, Baihaqi dan Fadhil yang memenangkan mayoritas 44% suara! Semoga apa yang telah dijanjikan lewat visi, misi, dan proker dapat segera diwujudkan lewat aksi dan tindakan sesegera mungkin.

Di tengah keriuhan suasana karena kemenangan pasangan Baihaqi-Fadhil, kami segera mendatangi Baihaqi, Ketua OSISI terpilih SMAN 81 untuk berbincang-bincang.

Q : Selamat ya Kak atas kemenangannya! Perasaan Kakak sekarang gimana?
A : Wah, masih bingung. Masih enggak kerasa beneran.
Q : Masih kaget pasti ya Kak. Nah, terus menurut Kakak, perjuangan Kakak selama beberapa bulan ini jadi Capsis sia-sia enggak?
A : Enggaklah, enggak sia-sia. Gimana ya, saya ngerasa perjuangan saya belum maksimal, saya berjuangnya masih banyak kesalahan. Tapi saya terus evaluasi, evaluasi. Ya mungkin saya memang enggak cocok jadi Ketua OSIS, tapi saya selalu evaluasi diri.
Q : Kira-kira first step Kakak itu apa? Kan kakak udah jadi ketua nih, nah yang pertama kali pengen dibenahi di SMA 81 ini apa Kak?
A : Pertama-tama karakter dulu sih. Karakter itu maksudnya dari sifat-sifat siswanya supaya lebih baik lagi. Karena kalau proker itu kan hanya sebuah event, nah event itu bisa di mana saja. Tapi kalau karakter 81, kita harus mulai bentuk dari sekarang.
Q : Tadi saya sempet baca motto Kakak di selebaran pas kampanye. Bisa dijelasin sedikit enggak tentang mottonya itu?
A : “Walaupun kita punya angan-angan yang besar, tapi jangan lupa dengan tujuan sendiri.” Jadi kita boleh berangan-angan, tapi jangan sampai kejauhan angan-angannya. Boleh, kita tetap boleh angan-angan sejauh mungkin, tapi jangan sampai gara-gara angan-angan itu kita jadi terlarut dan enggak kerja apa-apa, enggak berusaha. Kita harus selalu ingat, tujuan asli kita itu apa.

Sekali lagi, selamat untuk pasangan Baihaqi-Fadhil atas kemenangannya di Pemilos tahun 2013! Semoga, dengan terpilihnya Baihaqi-Fadhil berdua, harapan-harapan kita semua, warga SMAN 81, dapat segera diwujudkan lewat kerja keras dan ketekunan Pengurus OSIS yang baru.

4 thoughts on “Orasi Cakapo & Cawakapo 2013/2014 SMAN 81 Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *