SOS Unplugged, Charity Show from Social Class?

BQAyBjjCQAAFqZM

JAKARTA, PIDAS81.ORG—Kebanyakan orang berpendapat, masa-masa SMA merupakan masa-masa yang tidak terlupakan dan paling berkesan. Masa di mana manusia mulai terbentuk menjadi pribadi yang dewasa, mulai menemukan jati dirinya,mulai menyukai lawan jenisnya, mulai menjadi pemberontak, dan banyak hal yang terjadi pada masa tersebut. Peran sekolah dalam membentuk diri seseorang jugalah penting. Lingkungan sekolah  bisa disebut juga sebagai lingkungan sekunder, tentu banyak berperan dalam membentuk kepribadian seseorang. Apabila lingkungannya baik, maka kepribadian seseorang akan baik pula begitu pun sebaliknya. Untuk mengantisipasi terbentuknya kepribadian yang buruk, sekolah (dalam hal ini menengah atas) harus pintar-pintar menjaga anak didiknya untuk tetap pada batas kewajaran. Salah satunya, mengajarkan anak didik untuk saling memberi dalam kebaikan. Hal itulah yang terjadi di SMAN 81 Jakarta, yang mendukung anak didiknya mengadakan acara tahunan yaitu Social Unplugged atau yang akrab dikenal dengan sebutan SOS Unplugged. SOS Unplugged ialah suatu acara atau kegiatan yang diadakan oleh siswa siswi jurusan IPS tapi, seluruh warga SMAN 81 Jakarta ikut berpartisipasi dalam rangkaian acara SOS Unplugged.  Acara ini merupakan salah satu kultur budaya positif yang ada di SMAN 81 Jakarta.

SOS unplugged ini selalu diadakan setiap tahunnya dengan mengangkat tema yang berbeda-beda. Untuk tahun ini temanya ialah “Show Your Love”. Tema yang mempunyai arti cinta atau kasih sayang ini dimaksudkan kepedulian kita antar sesama khususnya kepada kaum yatim piatu. Kegiatan yang dilakukan sebelum sampai di puncak acara ialah pengumpulan dana dan pengumpulan barang-barang bekas layak pakai seperti buku – buku atau pun pakaian yang nantinya akan diserahkan langsung kepada yang membutuhkan. Yang lainnya ialah program “katakan cinta”. Untuk tahun ini acara SOS Unplugged diketuai oleh Dra. Adwiana Hardiyanti beliau ialah seorang staf kesiswaan serta guru yang mengajar di bidang sosiologi serta ketua pelaksananya ialah Rita siswi kelas XII jurusan IPS.

Puncak acara ini digelar di Lapangan Inti SMAN 81 Jakarta pada  hari Kamis, 25 Juli 2013 pukul 09.30-selesai. Acara ini diawali dengan sambutan dari kepala sekolah beserta wakil lalu dilanjutkan dengan Harlem Shake sebagai pembukaan oleh siswa-siswi XI IPS dan XII IPS. Selain itu juga ditampilkan dance, penampilan akustik dan juga dibacakan beberapa surat cinta dari murid-murid SMAN 81 Jakarta dan yang lainnya.  Selain itu yang terpenting adalah penyerahan dana sumbangan secara simbolis. Penyerahan dana sumbangan diberikan secara simbolis oleh Dra. Hj. Hasnati Ramli, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMAN 81 Jakarta kepada Kepala Yayasan salah satu rumah yatim piatu. Acara ini memang selalu digelar oleh dua angkatan untuk tahun ini ialah Aquila (XI IPS) dan Poseidon (XII IPS). Pelaksanannya berjalan lancar walaupun cuaca sangat terik serta kondisi sedang dalam bulan Ramadhan dimana rata-rata yang muslim sedang menunaikan ibadah puasa. Namun, tidak mengurangi antusiasme warga SMAN 81 Jakarta untuk menyaksikan acara ini dari awal hingga akhir. Namun, dimana ada kelebihan atau positif, pasti ada kekurangan atau negatif, begitupun acara SOS Unplugged tahun ini. “Positifnya, menurut saya selagi ada acara ini kita juga bisa mengumpulkan dana untuk anak panti asuhan,” ujar Sanya kelas X IPS 2. Dan menurut Agam salah satu siswa kelas X, “Kekurangannya sudah jelas dari soundsystem-nya dan alurnya. Alurnya bagus sih tapi, dance-nya agak berantakan di awal, tapi yang cowboy junior bagus. Lalu, photobooth-nya tidak ada yang menjaga, jadi pas saya mau photobooth, saya tidak bisa minta.” Walaupun ada beberapa kekurangan, acara SOS Unplugged ini tetap dianggap membawa dampak positif dari semua pihak mengenai pelaksanaan tahun ini.

Namun, bagaimana dengan tahun yang akan datang? Dengan adanya kurikulum 2013, murid kelas X sudah dijuruskan lebih awal. Kalau kurikulum sebelumnya murid SMA dijuruskan kelas XI, kurikulum 2013 ini menjuruskan muridnya sejak kelas X. “Kita berharap dengan adanya kurikulum baru, SOS Unplugged tahun depan akan lebih meriah dan lebih terkemas dengan baik dan rapi,” ujar Dra. Adwiana Hardiyanti, ketua panitia Social Unplugged 2013.

 

Varellia Erend 2

One thought on “SOS Unplugged, Charity Show from Social Class?

  • Menarik sekali kegiatannya, kegiatan ini tidak hanya mengajak para siswa untuk bersenang-senang tetapi juga memberikan kepedulian mereka kepada anak-anak yatim piatu. Selain membuat anak semakin kreatif dengan karyanya, kegiatan ini dapat memupuk nilai-nilai solidaritas kepada sesama.

Leave a Reply to Hanung Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *