Path = Alat Kode ke Doi?

Hai pembaca setia PIDAS! Kali ini gue akan membahas Path, yaitu jejaring sosial yang belakangan ini banyak dipakai di kalangan muda, bahkan sampai murid-murid SD juga udah mulai pakai Path. Yang buat gue penasaran, kenapa sih Path ini bisa langsung melejit ke banyak orang, apalagi kalangan remaja? Apa yang bikin Path itu asik digunakan? Seperti yang kita tau, Dave Morin mengaatakan pengguna Path di Indonesia menempati urutan pertama di dunia, yaitu sebanyak lebih dari 4 juta pengguna, yang diikuti AS! Menurut Dave, Indonesia menempati urutan pertama karena Indonesia yang paling banyak menggunakan media sosial (Sumber: Tempo).  Yuk, kita bahas di bawah ini!

Menurut Wikipedia, Path adalah sebuah aplikasi jejaring sosial pada telepon pintar yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi gambar dan juga pesan. Pemakaian Path ini juga ditujukan untuk menjadi tempat untuk berbagi kepada keluarga dan teman-teman terdekat. Path diciptakan oleh Shawn Fanning, dan Dustin Mierau, dan mantan eksekutif Facebook, Dave Morin pada November 2010 di San Fransisco, California, Amerika, yang sekarang juga menjadi tempat kantor pusat Path. Path saat ini memiliki 25 karyawan.

Logo PATH 

 

SEJARAH

Ketiga founder dari Path ini menggunakan sistem penggalangan dana buat menciptakan Path ini. Dari para penggalang, beberapa penggalang yang turut membantu Shawn, Dustin, dan Dave adalah Ron Conway, Ashton Kutcher, dan Paul Buchheit. Dan pada bulan Februari 2011, Shawn, Dustin, dan Dave berhasil mengumpulkan US$8,5 juta sebagai modal dasar. Kira-kira kalau dijadikan rupiah, nominalnya sebesar 110 miliar 500 juta rupiah. Itu baru modal dasar, lho. Dana yang sejumlah US$8,5 juta tersebut berasal dari Kleiner Perkins Caufield & Byers dan Index Ventures, dan juga Digital Garage dari Jepang.

Di selang waktu antara November – Desember 2011, Path membuat fitur baru dan Path mencapai 300 ribu pengguna. Sayangnya, Path harus membayar denda sebanyak US$800 ribu kepada FTC karena telah menyimpan data dari pengguna (khususnya yang di bawah umur) tanpa izin. Karena itu, Path juga diharuskan mengevaluasi kebijakan setiap 2 tahun selama 20 tahun ke depan.

(Sumber: Wikipedia)

FITUR

Home Path

Menu

Menu

Profil di Path

Profil di Path

Inner Circle untuk orang-orang yang paling dekat dengan kita

Inner Circle untuk orang-orang yang paling dekat dengan kita

Notifications

Notifications

Ada shop juga buat beli stiker dan filter foto

Ada shop juga buat beli stiker dan filter foto

Untuk chatting, lo harus install Talk dulu. (Sebelumnya, chat di path digabung dalam 1 app)

Untuk chatting, lo harus install Talk dulu. (Sebelumnya, chat di path digabung dalam 1 app)

Apa aja sih yang bisa lo share di Path?

Apa aja sih yang bisa lo share di Path?

Lo bisa update lagu yang lagi lo dengerin, TV Show dan film yang lagi lo tonton, dan buku yang lagi lo baca.

First, lo bisa update lagu yang lagi lo dengerin, TV Show dan film yang lagi lo tonton, dan buku yang lagi lo baca.

2nd, lo bisa update lo lagi dimana sekarang, dan sama siapa.

2nd, lo bisa update lo lagi dimana sekarang, dan sama siapa.

Di simbol kamera itu, lo bisa upload foto dan video. Lo juga bisa menyantumkan nama temen-temen lo yang ada di foto itu, dan menyantumkan tempat dimana foto itu diambil.

Di simbol kamera itu, lo bisa upload foto dan video. Lo juga bisa nyantumin nama temen-temen lo yang ada di foto/vid itu, dan nyentumin lokasi dimana foto/vid itu diambil.

Di simbol tanda petik, lo bisa nulis thoughts lo. Layaknya tweet di twitter.

Di simbol tanda petik, lo bisa nulis thoughts lo. Layaknya tweet di twitter.

Dengan klik simbol bulan sabit, lo bisa update jam berapa lo tidur dan jam berapa lo bangun. Itu juga nunjukkin berapa lama lo tidur

Dengan klik simbol bulan sabit, lo bisa update jam berapa lo tidur dan jam berapa lo bangun. Itu juga nunjukin berapa lama lo tidur.

 Dan yang terakhir,

Emoji yang bisa kalian pakai di Path buat reaksi thd Moment teman kalian. Ada comment juga, dan seen (siapa aja yang ngeliat moment itu)

Emoji yang bisa kalian pakai di Path buat reaksi thd Moment teman kalian. Ada comment juga, dan seen by (siapa aja yang ngeliat moment itu).

 

Banyak bukan fiturnya? Path sebenarnya kayak Facebook, jadi semua fitur dimasukkan dalam satu app. Jadi, pengguna hanya buka 1 app langsung bisa share apa aja.

Sebelumnya, Path hanya membatasi pertemanan sampai 150 orang, karena TUJUAN UTAMA Path adalah mempererat hubungan keluarga dan kerabat dekat pengguna. Tetapi, karena permintaan pengguna, khususnya pengguna di Indonesia, membuat Path menambah batas pertemanan sampai 500 orang.

Dalam pembatasan jumlah pertemanan ini, Path sebenarnya juga sambil melakukan percobaan. Pada awalnya, Path membatasi pertemanan sampai 50 orang. Dalam batas 50 orang tersebut, rata-rata pengguna memiliki teman sebanyak 15 orang. Ketika pengguna udah mencapai 50 orang, Path kembali melakukan percobaan dengan membatasi pertemanan sampai 150 orang. Begitu seterusnya, sampai akhirnya sekarang Path membatasi bertemanan sampai 500 orang. (Sumber: Tekno Kompas)

Seperti yang udah disebutin di bagian fitur tadi, Dave Morin membuat Inner Circle supaya pengguna nggak kena spam dari teman-teman Path yang bertambah jumlahnya, dan menurut saya, Inner Circle itu dipakai buat orang-orang yang memang deket banget dan orang-orang yang suka share info-info penting.

Fun fact, Bakrie Global Group membeli sebagian saham dari Path, lho! Bakrie Global Group membeli <1% saham dari Path. Hasil wawancara Tempo.co dengan Dave Morin via Skype pada Jumat, 21 Februari 2014, menyatakan bahwa Path berinvestasi dengan Bakrie Global Group karena dalam setahun terakhir Path telah mengalami pertumbuhan luar biasa di Indonesia. Dan pihak Path sendiri merasa harus mencari investor lokal guna meningkatkan layanan di Indonesia. Bekerja sama dengan investor lokal sangat penting karena mereka yang mengetahui budaya di Indonesia. Path juga menjali kemitraan dengan Telkomsel, Indosat, dan XL. Dari kemitraan itu, masing-masing memberikan peluang berbeda bagi pengguna Path. Jadi mereka memiliki kemitraan dengan semua jaringan. Rencananya, Path juga berencana mendirikan kantor di Indonesia, tapi menurut Dave, mereka sedang mempertimbangkannya, tergantung seberapa besar komunitas Path di Indonesia, tetapi rencana ini adalah rencana yang mereka pikirkan. (Sumber: Tempo.co)

PENDAPAT PENGGUNA

Berikut gue sajikan beberapa pendapat dari temen-temen gue tentang Path ini, yang kebetulan pengguna Path juga.

MENURUT KALIAN, MENGAPA ORANG-ORANG MENGGUNAKAN PATH?

“Orang-orang pada pakai Path, soalnya mereka bisa share apa yang lagi mereka lakuin. Kayak secara nggak langsung ngasih info, contohnya recommend tempat yang bagus.” –Nadhillah Tenrioja (16)

“Buat gaya, biar dibilang gaul sih karena lagi nge-trend banget di Indonesia kan, apalagi Jakarta. Pokoknya kemana-mana dan ngapain aja harus update!” –Adelia Fortuna (15)

“Pakai Path supaya tau dia lagi ngapain, lagi dimana, lagi sama siapa.” –Adelina (15)

“Orang-orang pakai Path itu intinya sih buat pamer. Misal, pamer dia lagi dimana, kayak lagi di luar negeri, selfie di Eiffel.” –Evi Rahmawaty (15)

“Kalo pakai Path itu dianggap gaul, soalnya ngikutin trend dan pasti dianggap banyak orang ‘wah, dia keren banget loh!!’. Selain itu bisa sharing macem-macem juga.” –Larasati Savitri (16)

“Menurut gue sih, Path itu seru soalnya bisa pamer ke orang-orang kita lagi dimana dan sama siapa, kita lagi ngapain, bisa react juga pakai love, sad, frown, smile, laugh.” –Osama Ladn Rayhan (15)

“Path itu banyak dipakai soalnya bisa share location, kita lagi ngapain sekarang, alat buat stalk dia lagi dimana, lagi sama siapa, dan lagi ngapain sama temen-temennya. Kayaknya penggunaan Path di Indonesia gitu, alat buat stalk dan kode ke dia.” –Rosa Desima (15)

“Path itu yaa, intinya sih buat pamer lagi jalan-jalan kemana, lagi dengerin apa, nonton apa. Tapi kalo dipakai berlebihan jadinya lebay atau oversharing.” –Styella Fitriana (16)

Because they want to show off and trying to imply that they have a good taste of music and movies. Apalagi kalo lagi di luar negeri, pasti nggak boleh nggak update (check in). Wajib update! Ini jujur karena gue juga suka gitu. Oh iya, selain itu juga bisa buat kode, kayak kita lagi dengerin apa atau nonton apa.” –Alya Rufaida (15)

“Karena mereka bisa kodein gebetannya kalau lagi nggak tau mau update apa. Selain itu, juga bisa buat nyombong, kayak lagi nonton 50 Shades of Grey sama ceweknya. Kalo lagi keluar negeri bisa juga dipakai buat nyombong. Intinya buat nyombong dan kode-kodean lah.” –Fahmi Al Azhar (16)

 

PENDAPAT PRIBADI

Opini gue tentang Path sendiri itu, Path itu all in one app. Kayak Facebook, cuma kalo foto/video bisa dikumpulin jadi satu album jadi rapi. Gue sendiri pengguna Path, dan emang enak banget. Bisa update, pamer, lagi sama siapa, lagi kode. Menurut gue, orang-orang pakai Path buat kode itu soalnya:

1. Listening to: Itu buat share interest, maksud gue, lo bisa sok-sok suka lagu ini kan biar doi mikir ‘wah, dia juga suka lagu yang sama kayak gue‘. Dan dia tau dan akhirnya deket. Itu happy endingnya. Sad endingnya, lo dikira creepy.

2. Watching: sama aja kayak lagu, share interest. Lo sok-sok suka filmnya, cari sinopsisnya di IMDb, supaya lo udah siap kalo doi ngebahas filmnya. Iya kan?

3. Reading: Well, ini biar dianggep nerd/hipster aja kali ya buat banyak orang. Buat beberapa sih kayaknya emang bener-bener baca. (Btw, kenapa ada Alquran di bagian Books?)

4. TV Shows: sama aja kayak movies.

5. Sleeping/Awake: nggak ngerti kenapa ini dijadiin kode.

Selain itu, kalo lagi ngapain aja bisa dicantumin juga bareng siapa dan dimana. Kan asik bisa pamer. Yang kurang itu sleeping with, jadi agak kurang srek kalo lagi update sleepover.

Overall, Path itu berguna banget lah, kayak Facebook kedua but simpler. Yang penting, Path digunakan sesuai tujuannya. 😀

Cheeeeers! Happy sharing! 😀

Firda Auliannisa Chusniyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *