Pendapatku Tentang Jokowi, Apa Pendapatmu?

imagesSiapa sih yang gak kenal dengan Jokowi ? Saya yakin semua pasti tau siapa sosok Jokowi ini. Joko Widodo atau yang sering dipanggil Jokowi ini adalah Gubernur Provinsi DKI Jakarta ke-17 dan didampingi oleh wakilnya, Ahok. Sebelumnya, Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015, namun baru 2 tahun menjalani periode keduanya dia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jokowi bukanlah keturunan dari seorang politikus,dia adaah orang biasa, bahkan bapaknya hanyalah seorang tukang kayu, dia mungkin memang kalah dengan politikus yang lain, tetapi dengan pemikiran dan aksi aksinya Jokowi telah menggebrakan Indonesia.

 

Saat menjabat Walikota Solo beliau lah yang mempublikasikan mobil Esemka hasil karya anak bangsa supaya seluruh warga Indonesia tahu dan termotivasi, beliau mendapat penghargaan Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum, beliau pun sangat menaruh perhatiannya pada PKL dan para pedagang, berita international mengatakan beliau juga merupakan salah satu walikota terbaik. Saat ini beliau tengah di idolakan oleh berbagai kalangan karena pemikirannya, sikap dan kebijakan yang sangat merakyat. Sangat terasaa sekali harapan besar masyarakat terhadap figure pemimpin yang lebih pro-rakyat ini. Walaupun dikenal dengan sosok pejabat yang sangat merakyat masih ada pro dan kontra terhadap sosok Jokowi ini. Ada yang suka dengan Jokowi ada juga yang tidak. Sebagai contoh, masayarakat kecil senang terhadap Jokowi atas kebijakan kebijakan yang tekah dibuat seperti KJS (Kartu Jakarta Sehat) bagi warga miskin. Sebenarnya warga Jakarta merindukan sosok pemimpin yang low profile, pemimpin yang tidak terlena oleh jabatan dan harta seperti sosok Jokowi. Coba dicermati saat Pak Jokowi sedang melaksanakan blusukan: tidak ada penjagaan ketat, siapa pun bisa mendekat dan berjabat tangan dengan pak Jokowi, entah itu tua, muda, laki atau pun perempuan, senyum dan tawa khas selalu menyambut jabat tangan yang diulurkan kepadanya. Blusukan ini sebenarnya bermanfaat untuk mengetahui keadaan warga yang sebenarnya, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat,dan untuk mempermudah perealisasian program-program seperti normalisasi waduk Pluit, pembangunan rusun, dan kampung deret.

 

Di sisi yang lain, juga ada yang bertentangan dengan kebijakan Jokowi seperti Kenaikan Tarif Parkir On Street supaya lebih banyak warga yang menggunakan angkutan umun dan mengurangi kemacetan, bagi masyarakat kalangan menengah ke atas yang biasa membawa kendaraan tentu itu sangat memberatkan, yang tadinya biaya parkir hanya Rp 2000,00 per jam sekarang menjadi Rp 4.000,00 per jam. Bahkan pekerja dinas wilayah DKI Jakarta pun tidak senang dengan keberadaan Jokowi, karena sekarang ini mereka sulit untuk mengakal-akali suatu proyek untuk kepentingan pribadi, bekerja sama dengan “pengusaha pengusaha”, preman, dan menggunakan anggaran untuk masyarakat sebagai uang pribadi mereka masing-masing. DPRD pun juga tidak sepenuhnya mendukung aksi-aksi Jokowi, contohnya, mereka kontra terhadap blusukan Jokowi, mereka menilai blusukan itu hanya menghabiskan anggaran saja. Padahal maksud dari blusukan Jokowi itu, supaya bisa lebih dekat dan kenal dengan rakyatnya.Tak kenal maka tak sayang bukan?

 

Setalah kita kupas bagaimana Jokowi itu,kita beralih kepada permasalahan lain,tetapi masih mengenai Jokowi. Sekarang ini banyak media media yang meberitakan bahwa Jokowi akan mencalonkan sebagai capres pada periode 2014. Apakah benar Jokowi berniat untuk mencalonkan sebagai capres? Apakah Jokowi siap menjadi capres?

 

Karena popularitasnya yang sedang melambung tinggi, banyak orang yang meyakini bahwa Jokowi pantas menjadi capres, bahkan banyak partai partai yang ingin meminang Jokowi sebagai capres atau cawapres. Ahok, Wakil Gubernur DKI Jakarta pun mendukung Jokowi untuk maju sebagai capres pada 2014 nanti. Tetapi nampaknya Jokowi tidak tergiur dengan tawaran menjadi capres, Jokowi lebih memilih mengurus dan membereskan Jakarta yang memiliki persoalan yang kompleks dan masalah Kota Jakarta sudah membuatnya pusing.

 

Partai yang telah membawanya menjadi gubernur yaitu PDIP juga belum memutuskan untuk mengusung Jokowi sebagai capres 2014 dari partainya. Anggota Komisi I DPR Helmy Fauzi mengatakan peluang Joko Widodo berkompetisi dalam Pemilihan Presiden 2014 tergantung Ketua Umum PDIP Megawati, kecuali rakyat menginginkannya maju maka tidak akan ada yang menahan Jokowi untuk berkompetisi menjadi presiden. “Selain itu, kami melihat bahwa Jokowi harus fokus bekerja sebagai Gubernur Jakarta,” kata Helmy pada sebuah diskusi.

 

Indonesia itu negara yang sangat luas, bukan hanya sebuah pulau dan bukan hanya sebatas negara yang didiami beberapa orang saja. Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau, banyak sumber daya, dan juga jutaan bahkan milyaran penduduk. Semua Penduduk Indonesia ini bergantung terhadap presidennya, jika salah salah memilih pemimpin, rakyat juga yang akan merasakan dampaknya.

 

Dalam wacana Jokowi menjadi capres, memang banyak pro dan kontra. Untuk kali ini saya termasuk yang tidak setuju jika Jokowi menjadi capres. Kita belum lihat hasilya, dia baru menjabat sebagai gubernur sebentar. Banyak masyarakat yang menginginkan Jokowi maju sebagai capres dan menurut saya, masyarakat Indonesia bisa juga disebut latah atau ikut ikutan, karena orang Indonesia cenderung mengelu-elukan seseorang yang sedang naik daun tanpa memikirkan hal-hal lainnya.

 

Menurut sudut pandang saya, Jokowi memang seseorang pemimpin yang baik, bijak, dan low profile tidak ada salahnya jika beliau mencalonkan diri menjadi capres. Jokowi baru menjadi gubernur DKI Jakarta dan sudah melakukan gebrakan-gebrakan yang menarik perhatian seluruh rakyat Indonesia. Tetapi jangan terlau tergesa tergesa mencalonkan Jokowi sebagai capres, kita lihat dulu bagaimana progress darinya saat sedang menjadi Gubernur DKI Jakarta, apakah kebijakan dan program-program yang dihasilkan atas pemikiran Jokowi menhasilkan output yang bagus bagi masyarakat DKI Jakarta atau tidak.

 

Ternyata yang berpendapat bahwa Jokowi belum pantas menjadi capres bukan hanya saya, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Partai Golkar, Indra Jaya Piliang, juga mempertanyakan kemampuan Jokowi untuk memimpin partai besar. Dia menilai Jokowi itu belum teruji dalam proses pencapresan. Indra mengatakan Jokowi belum pernah memimpin kementerian-kementerian negara. Oleh karena itu, kemampuan mantan Walikota Solo itu dapat dikatakan belum lengkap.

 

Nah, sekiranya itu pendapat saya mengenai sosok Jokowi dan apakah ia pantas atau tidak mencalonkan diri menjadi capres. Dan satu hal lagi, biarkanlah Jokowi menjadi gubernur dahulu. Biarkan dia mempelajari masalah masalah di DKI Jakarta yang sangat kompleks ini, sampai dia benar-benar siap untuk menghadapi masalah Indonesia yang jauh lebih kompleks dari permasalahan Jakarta, agar ke depannya Jokowi siap memimpin Indonesia.

 

Shabrina Asmarani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *