Pro Kontra Mobil Murah

Kebijakan baru pemerintah yaitu diadakannya mobil murah di sebut-sebut sebagai aksi pro-rakyat pemerintah. Kebijakan tersebut bertujuan agar masyarakat dari golongan ekonomi menengah bisa merasakan punya mobil baru dengan harga terjangkau.

 

Banyak pro dan kontra yang mencuat terkait dengan kebijakan tersebut, pihak yang setuju mengatakan bahwa tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk membeli mobil murah tersebut. Lain hal nya dengan yang tidak setuju, mereka mengatakan bahwa mobil murah tersebut akan menambah kemacetan Jakarta saja.

 

Terlepas dari pro dan kontra tentang mobil murah tersebut, nyatanya kebijakan itu dapat memberikan pengaruh positif terhadap Indonesia yaitu meningkatkan pajak pendapatan negara. Sedangkan dampak negatifnya, tidak lain akan menimbulkan kepadatan lalu lintas dan meningkatnya konsumsi BBM.

 

Jika kita perhatikan, ternyata harga untuk mobil ‘murah’ tersebut berkisar diatas 100 juta yang mungkin tidak semua orang dapat membelinya dan lagi lagi yang membeli mobil ‘murah’ tersebut adalah orang-orang yang sudah memiliki mobil pribadi.

 

Jadi kebijakan tentang mobil murah ini bisa dibilang salah sasaran dan dampak negatif dari kebijakan ini justru lebih besar daripada dampak positifnya. Dampak negatif yang ditimbulkan selain menambah kemacetan dan meningkatkan konsumsi BBM, juga mengurangi minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum yang disediakan pemerintah dan jumlah angkutan pribadi pada saat liburan bertambah banyak.

 

Upaya yang bisa dilaksanakan pemerintah untuk meminimalisir dampak negatif tersebut adalah mengurangi penggunaannya jalan besar dengan mobil pribadi, pemerintah memang tidak bisa melarang rakyat untuk membeli mobil murah tersebut, tetapi pemerintah bisa mengeluarkan peraturan yang membatasi penggunaan mobil pribadi di hari kerja yang biasanya padat, agar mobil-mobil tersebut tidak menumpuk di jalanan Jakarta. Atau bisa mengganti mobil murah tersebut dengan transportasi umum yang lebih murah, cepat, dan nyaman sehingga masyarakat lebih sedikit mengeluarkan biaya dan tenaga. Selain itu bisa juga dengan menaikkan tarif parkir dan melarang parkir sembarangan di sepanjang bahu jalan.

 

Intinya adalah membatasi penggunaan mobil pribadi, dan mengistimewakan transportasi umum murah dan nyaman, sehingga masyarakat akan lebih tertarik untuk naik angkutan umum dengan pertimbangan harga yang jauh lebih murah daripada membeli sebuah mobil pribadi dan energi yang digunakan saat mengemudi jauh lebih besar ketimbang duduk santai saat naik angkutan umum.

 

Sistem pemasaran mobil murah juga sebaiknya jangan menggunakan sistem unlimited, di mana perusahaan tidak memberikan kuota maksimal untuk pembelian mobil murah tersebut. Untuk menanggulanginya memang sudah wewenang pemerintahlah untuk mengatur dan membatasi jumlah penjualannya.

 

Jadi memang lebih baik apabila kita lebih mengutamakan pemakaian transportasi umum daripada membeli mobil baru, tetapi tidak ada larangan untuk kita membeli mobil murah tersebut selagi memang pembelian itu sesuai dengan kebutuhan kita.

 

Shafira Emiria Q. (nametag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *