Sejarah

Awal Mula Terbentuknya PIDAS

n125527411999_6974

Pusat Informasi Data Siswa (PIDAS) SMA Negeri 81 Jakarta secara resmi didirikan pada tanggal 27 Januari 2004 dengan semboyan Γ§otra dharmmabuddhi dan logo seperti yang tampak di samping. Dalam PIDAS, ada beberapa nilai-nilai yang harus dijalankan atau sebagai landasan bekerja para pengurus yang dikenal sebagaiΒ dharma mahardika, yang terdiri dari:

  1. bekerja tulus penuh rasa syukur
  2. bekerja benar penuh rasa tanggang jawab
  3. bekerja tuntas penuh intergritas
  4. bekerja keras penuh semangat
  5. bekerja serius penuh kecintaan
  6. bekerja cerdas penuh kreativitas
  7. bekerja tekun penuh keunggulan
  8. bekerja paripurna penuh kerendahan hati

Pada mulanya, di SMA Negeri 81 Jakarta berdiri ekstrakurikuler Radio Sekolah (Rados) dan juga Web secara terpisah. Ketika itu program Majalah Dinding (Mading) masih berada di bawah koordinasi Pengurus OSIS (PO) Seksi 6, dan kemudian pada tahun 2003 berpindah ke Seksi 5, yaitu media siswa. Namun, di tahun yang sama pula, Rados dibekukan karena pada waktu itu terjadi konflik dengan salah satu organisasi sekolah.

Kemudian muncul momen pada saat SMA Negeri 81 sedang mengikuti lomba sekolah sehat tingkat nasional yang kebetulan ternyata terdapat penilaian tentang media penyampaian. Akhirnya pengurus Kader Kesehatan Remaja (KKR) mengambil inisiatif membentuk sebuah kelompok yang disebut Pusat Informasi Data Sekolah (PUSINDASEK) untuk kepentingan penilaian. Dengan demikian, terpilihlah 10 orang dari kelas III sebagai penyusun organisasi, 30 orang dari kelas II, dan 18 orang dari kelas I. PUSINDASEK ini merupakan peleburan dari Mading dan juga Web sekolah.

Sementara itu, ketika PUSINDASEK dibentuk, status Rados masih dibekukan hingga akhirnya PO memutuskan untuk menghidupkan Rados kembali. Hanya saja, status Rados pada waktu itu adalah semata-mata kegiatan ekstrakurikuler. Namun, Majelis Perwakilan Kelas (MPK) merasa kurang pas dengan status Rados sebagai ekstrakurikulerΒ sehingga MPK mengutus wakil ketuanya untuk mencari penyelesaiannya dengan pihak sekolah. Pada akhirnya atas saran staf kesiswaan pada saat itu, Ibu Hasnati, mengusulkan agar Rados dihidupkan kembali lalu dilebur dengan PUSINDASEK karena menurut beliau Rados dan PUSINDASEK merupakan sesama media informasi siswa. Sampai pada saat itu, seleksinya masih dilakukan oleh PO. Akhirnya setelah Rados dilebur dengan PUSINDASEK, nama PUSINDASEK pun dirubah menjadi Pusat Informasi Data Siswa (PIDAS), yang sampai sekarang kita kenal.