Serunya Trip Observasi ke-44 bersama Hector

Trip Observasi. Jujur, pertama kali aku mendengarnya, aku langsung membayangkan sebuah kegiatan yang sangat membosankan. Pokoknya first impression aku ke trip observasi jelek banget deh! Dan menurutku saat itu, Trip observasi enggak beda jauh sama belajar di kelas. Daaan, ternyata pandanganku itu salah 180 derajat. Trip observasi bener-bener Extraordinary. Aku mendapat banyak pelajaran selama trip observasi. Aku inget banget sama kalimat salah satu kakak PO yang diucapkan saat penutupan trip observasi, “jadikan trip observasi kali ini, sebagai suatu sejarah di dalam hidup kalian masing-masing!”. Ya, trip observasi merupakan sebuah sejarah bagi setiap murid SMAN 81. Oke, mari kita rewind.

Setelah UAS berakhir, seluruh angkatanku berkumpul di lapangan. Kami semua deg-degan, karena tak lama lagi, kami akan segera mengetahui nama angkatan kami. Nah, disaat inilah kekompakan kami diuji. Setelah argumen selesai, akhirnya tibalah saat-saat yang paling dinantikan. Terdapat jeda selama beberapa menit, hingga akhirnya kak Gedor berteriak dengan lantang.

“Nama angkatan kalian adalah, HECTOR!”.

Suara ricuh tepuk tangan langsung memenuhi lapangan. Wah, ternyata nama angkatanku Hector. Pokoknya langsung ada perasaan berbunga-bunga deh! Hehehe. Itu baru awal. Masih banyak petualangan yang nantinya akan dilalui Hector.

Setelah berbagai remed kami lalui dengan tabah, pra-TO dimulai! Yang paling fenomenal dari pra-TO adalah suara pluit! Pendek pendek panjang pendek bener-bener bikin trauma! Jangan tanya kerusuhan seperti apa yang bakalan terjadi kalau ada bunyi pluit pendek pendek panjang pendek. Setelah menginjakkan kaki ke lapangan, dengan lantang kami menghitung seri. Aduh, jadi kangen deh :(

Pra-TO bener-bener bikin jiwa, badan, dan raga lelah. Setiap dari kita diharuskan untuk membuat nemptek. Harus aku akui, desain nemptek angkatan kita lumayan unik. Jangan tanya deh pengerjaan pembuatan nempteknya kayak gimana. Pokoknya bener-bener ‘menyenangkan’. Oh iya, aku adalah anggota dari regu 6, yang akhirnya diberikan nama Gladius. Aku mengambil bagian menjadi komandan yel-yel.

Perlengkapan yang harus disediakan sebejibun banyaknya. Mulai dari tanaman, plang, vandel, charta, baju adat, dan lain sebagainya. Argumen-argumen dari kakak PO membuat kami semakin tabah, dan yang paling utama, meningkatkan rasa solidaritas angkatan kami. Baris-berbaris, praktek memasak, praktek membuat charta, menampilkan yel-yel, pokoknya banyak banget deh! Semua itu diiringi dengan berbagai peraturan ketat yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta TO. Nah, disinilah aku mulai merasa ‘kaget’ dan emosional.

Hari demi haripun berlalu, TO sudah didepan mata. Jummat sore, semua anak langsung sibuk meng-packing barang masing-masing. Hingga matahari terbit, menandakan hari sabtu telah tiba. Saatnya untuk berangkat ke Cikalong, tepatnya di Desa Puteran. Seluruh mata kami setengah terbuka, akibat tidak bisa tidur semalaman. Saat bus berjalan, kami semua langsung ngorok! Hahaha.

Setelah kurang lebih 3 jam perjalanan, kitapun mulai memasuki daerah pedalaman. Bangunan besar sudah tidak ada lagi, yang ada hanyalah perumahan kecil. Akhirnya, sampailah kami semua di  Desa Puteran! Atmosfernya beda banget sama Jakarta!

Upacara pembukaan trip observasi dimulai. Dan dengan resmi, Pak Marbun memulai kegiatan trip observasi yang ke-44. Warga sangat antusias melihat kami. Kelompokku menempati rumah ibu Intan. Ibu ini sudah memiliki 3 cucu loh! Ibu Intan juga pintar masak. Nasi tumpeng buatannya top banget deh!

Hari-hari di rumah ibu Intan dipenuhi dengan tawa dan berbagai kegiatan seru (contohnya main UNO). Selama kegiatan trip observasi berlangsung, ada dua atau tiga orang yang bertugas untuk tetap berada di rumah, atau disebut juga dengan piket. Kegiatan-kegiatan selama TO padat banget! ada apel pagi, senam kebugaran, pembuatan charta, golden moment, lomba masak, parade baju adat, api unggun, and of course penjelajahan! Aku enggak ikut penjelajahan sih, tetapi setelah melihat mereka yang ikut penjelajahan, ada sedikit rasa bersyukur enggak ikut. Karena, mereka semua akan ditumpas habis sama lumpur! Oh iya, perang vandel juga ada. Sayangnya, ada banyak kegiatan yang di cancel karena hujan. Pokoknya setiap jam kosong kita isi dengan main kartu UNO!

 sumber: https://www.facebook.com/pidas81

Hingga akhirnya genaplah 3 malam 4 hari. Waktunya untuk pulang! Aduh, sedih banget ya. Apalagi kalau keinget sama candaan dan tawa dari hari pertama pra-TO sampai TO. Rasanya TO 4 hari doang belum cukup. Kenapa TO nggak satu minggu aja? Pokoknya TO bener-bener once in a lifetime!

Pelajaran yang kita dapet apa aja? Banyak banget!

  • Jangan Egois dan mementingkan diri sendiri
  • Mau membantu sesama disaat kesulitan
  • Satu kena marah, semua kena marah
  • Tetap rendah hati, dan tabah
  • Dan masih banyak lagi!

Trip Observasi ke-44 merupakan sejarah bagi Hector!

Hector?? Siap Hector kak!!

 

Maria Christina Melvin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *