Si Pemikat Lidah

 

Halo P-Assangers! Kembali lagi nih sama aku Jasmine. Untuk artikel kali ini aku akan membahas sesuatu yang pastinya jauh berbeda dari artikel-artikel yang sudah aku buat sebelumnya. Tentang mimpi? Bukan, tentang pengalaman berharga? Bukan juga. Oke, kali ini aku menjamin akan lebih seru karena topik yang akan dibahas sangat menarik!
Indonesia merupakan negara yang sangat amat kaya, mulai dari kebudayaan hingga rempah-rempah. Indonesia juga merupakan negara yang sangat unik karena terbagi menjadi berbagai macam pulau. Nah, karena banyak pulau itulah yang membuat Indonesia menjadi kaya akan budayanya. Dikarenakan jarak antara pulau yang satu dengan yang lainnya cukup jauh, menyebabkan setiap wilayahnya memiliki ciri khasnya masing-masing.
Oleh karena itu aku akan mempersembahkan makanan yang jago memikat lidah para manusia yang sudah mencicipinya! Tapi makanan kali ini bukan sekedar makanan biasa, karena yang aku akan bahas berasal dari kampung halamanku yaitu, Padang, Sumatera Barat. Siapa lagi nih kira-kira yang orang Padang juga?? sudah pasti hal pertama yang langsung terbesit dipikiran saat mendengar padang adalah rendang dan sate nya ya. Kedua makanan itu sangat identik dengan kampung halamanku. Makanya dibaca sampai habis ya! Terutama untuk kalian yang mempunyai hobi kulineran.02721542-D7FE-4BD7-BB9A-BF2A171D4E70

Rendang atau randang adalah masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah. Dan dalam catatan tentang rendang sebagai makanan tradisional dari daerah Minangkabau ditemukan pada awal abad ke-19, namun Gusti Anan, seorang sejarawan dari Universitas Andalas di Padang memiliki dugaan bahwa rendang sudah mulai muncul sejak abad ke-16. Hal ini ia simpulkan dari catatan literatur abad ke-19 dimana tertulis bahwa masyarakat Minang darat sering bepergian menuju Selat Malaka hingga Singapura.
Masakan ini dihasilkan dari proses memasak yang dipanaskan berulang-ulang dengan santan kelapa. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam) hingga kering dan berwarna hitam pekat. Dalam memasak daging berbumbu dalam kuah santan, jika ditinjau dari kandungan cairan santan, sebenarnya terdapat tiga tingkat tahapan, mulai dari yang terbasah berkuah hingga yang terkering: Gulai – Kalio – Rendang. Dari pengertian ini rendang sejati adalah rendang yang paling rendah kandungan cairannya. Akan tetapi secara umum dikenal ada dua macam jenis rendang: rendang kering dan basah.Rendang yang dimasak dalam waktu yang lebih singkat dan santannya belum mengering disebut kalio, berwarna coklat terang keemasan. Dalam suhu ruangan, rendang dapat bertahan hingga berminggu-minggu
Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalamdaftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.
Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu: Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari “Niniak Mamak” (para pemimpin Suku adat). Karambia (kelapa), merupakan lambang “Cadiak Pandai” (kaum Intelektual). Lado (cabai), merupakan lambang “Alim Ulama” yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama. Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau. Dalam tradisi Minangkabau, rendang adalah hidangan yang wajib disajikan dalam setiap perhelatan istimewa, seperti berbagai upacara adat Minangkabau, kenduri, atau menyambut tamu kehormatan.

45F4AC4B-2F7B-4ED7-832A-2A8EADF99C9F

Sate padang berasal dari daerah Padang Pajang. Kemudian, karena ada beberapa peziarah dan pemuda yang belajar mengaji ke Pariaman, maka terbawalah kuliner sate ini dari Padang Panjang menuju Pariaman. Menyesuaikan dengan karakteristik Pariaman, maka sate khas Padang Panjang ini mengalami beberapa sentuhan baru pada bumbunya. Sehingga, kelak sate Padang ini dikenal adatiga jenis yang ditentukan berdasarkan daerah asalnya, yakni Sate Padang Panjang, Sate Pariaman, dan Sate Padang Kota. Meski berbeda-beda penampilan, rasa, dan daerahnya, semua jenis sate ini secara umum tetap dikenal dengan sebutan Sate Padang.
Namun, sate padang juga memiliki tiga jenis, yaitu ada sate padang khas padang panjang, sate padang khas pariaman, dan juga sate padang kota. Yang pertama sate padang khas padang panjang. Peran kunyit dalam kuah sate ini sangat mendominasi, karena dengan kunyit ini kuah sate padang khas padang panjang ini berwarna kuning. Permainan rempah-rempah dalam sate ini pun kuat sehingga mengeluarkan aroma yang lebih kuat. Kedua, sate padang khas pariaman. Sate padang ini memiliki khas rasa yang lebih pedas, dikarenakan cabe yang digunakan lebih banyak dan membuat warna kuah sate ini sangat berbeda dengan sate yang jenis pertama, yaitu berwarna merah. Dan yang ketiga, sate padang kota. Sate padang ini banyak yang mengatakan sate perpaduan antara sate padang khas padang panjang dan sate khas pariaman, sehingga kuah yang dihasilkan berwarna kecoklatan.
Gimana nih P-Assangers tentang kedua makanan yang sudah menjadi maskot Padang? Tentu menarik bukan?. Sekarang kita bisa jadi tau bagaimana awal adanya kedua makanan tersebut. Terutama untuk sate padang, saat sedang makan sate tersebut kita bisa tau sate itu merupakan khas daerah yang mana berdasarkan warna kuahnya. Terimakasih dan semoga bermanfaat!

sumber dan referensi :

https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Mengenal-Sate-Padang-Kuliner-Kebanggaan-Nusantara

https://indogastronomi.wordpress.com/2015/11/12/sejarah-rendang-makanan-khas-padang/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *