Teka-Teki Di Balik Selagi Hari Terang

Hai, P-assengers! Kembali lagi, nih sama artikel aku. Kali ini, aku mau ngasih tau kalian pendapat aku tentang buku yang baru-baru ini selesai kubaca. Judulnya Selagi Hari Terang karya Agatha Christie. Jadi, aku ini sebenernya sukaaaa banget baca novel. Namun, sejak masuk SMA dan tugasnya seabrek-abrek aku jadi agak males gitu baca novel. Tapi ternyata, PIDAS merayakan hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei kemarin. Bagaimana, sih cara PIDAS merayakan hari tersebut? Jadi, para anggota PIDAS diwajibkan membawa satu buku bacaan, lalu kami saling bertukar buku itu satu sama lain. Nah, buku karya Agatha Christie inilah yang kudapat!

Sebenarnya, Selagi Hari Terang bukanlah novel namun kumpulan cerpen yang berisi 9 cerita dengan berbagai genre. Ada roman, misteri, dan lainnya.  Yaitu:

Rumah Impian─mengisahkan seorang pria yang berulang kali bermimpi tentang rumah yang sama.

Sang Aktris─tentang seorang wanita yang membuat jera pria yang memerasnya.

Tepi Jurang─kisah tentang perselingkuhan dan kecemburuan

Petualangan Natal─Poirot beraksi mengungkap perkara penipuan.

Dewa yang Kesepian─kisah cinta sepasang manusia yang bertemu di British Museum.

Manx Gold─sepasang kekasih berlomba dengan waktu untuk mencari harta karun.

Di Balik Dinding─mengisahkan cinta segitiga yang tragis.

Misteri Peti Baghdad─Hercule Poirot kembali beraksi.

Dan terakhir, Selagi Hari Terang─tentang seorang wanita yang dikunjungi kekasihnya yang telah dikira tewas.

Dari 9 cerita ini, yang paling menarik perhatianku adalah Di Balik Dinding. Cerpen ini bergenre roman, dan sedikit dark menurutku. Berkisah tentang seorang pelukis hebat bernama Alan yang sudah menikah dengan wanita bernama Isobel yang merupakan orang kaya. Namun, diam-diam ia juga mencintai seorang wanita sederhana bernama Jane walaupun ia tidak menunjukannya secara terang-terangan. Hal itu diketahui dari lukisan yang ia buat untuk Isobel sangat menawan, tetapi terlihat mati. Namun, lukisan yang ia buat untuk Jane terlihat sangat hidup, seolah-olah semua perasaan yang ia miliki tertumpah disana.

Sampai suatu saat Jane meninggal, dan Alan menemukan sebuah buku milik Jane yang ternyata berisi curahan perasaannya untuk Alan sejak dulu. Di buku itu juga terungkap fakta bahwa Isobel bukanlah sosok yang Alan kenal selama ini.

Di Balik Dinding ditulis menggunakan berbagai kosa kata yang untuk remaja seumurku mungkin agak susah dipahami, namun tetap saja untaian kalimat yang ditulis Agatha Christie sangat mengagumkan. Meskipun hanya terdiri dari kira-kira 20 halaman, cerpen satu ini sanggup membuat hatiku tersentuh karena plot-nya yang memang menyedihkan. Ending dari cerpen ini pun sangat gantung, banyak sekali teori yang sampai sekarang masih membuat para pembaca penasaran. Tidak lupa, adanya teka-teki yang masih belum terpecahkan sampai sekarang:

Dalam dinding seputih susu,

dalam tirai selembut sutra,

bermandikan laut sejernih kristal,

muncullah apel emas.

Jadi, penasaran nggak untuk baca kumpulan cerpen karya Agatha Christie ini? Cerpen yang lainnya juga nggak kalah bagus, lho! Tapi, memang favoritku adalah Di Balik Dinding. Kalau diibaratkan bintang, aku ngasih 3.5 bintang untuk kum-cer satu ini!

Sampai sini dulu ya, P-assengers! Sampai jumpa di artikel ku selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *