Tentang Musim Panas dan Musim Gugur

Halo, P-assengers!

Sudah kangen dengan artikel saya ya? Hehehe.. kebetulan banget, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei kemarin, kali ini PIDAS mengadakan suatu acara yang bertajuk “PENTAS”. PENTAS yang dimaksud disini bukan benar-benar pentas di panggung, ya. Namun, “Hari pendidikan nasional untuk PIDAS“. Pada acara tersebut, seluruh anggota PIDAS diminta untuk berkumpul dan saling bertukar buku bacaan, ada buku novel, ensiklopedia, dan ilmu pengetahuan. Setelah membaca buku tersebut, seluruh anggota PIDAS juga diminta untuk membuat short-reviewnya dalam bentuk artikel seperti yang kalian sedang baca ini. Selamat membaca, ya!


PENTAS

Saat bertukar buku, saya melihat sekeliling saya sambil berharap-harap cemas membayangkan buku yang akan saya dapatkan nanti. Tak dinyana, saya mendapatkan sebuah buku yang sudah lama saya ingin baca (namun belum kesampaian), yaitu 9 Summers 10 Autumns. Buku ini dikarang oleh Iwan Setyawan, orang yang sama yang telah mengarang buku ‘Ibuk’ .Dengan cover buku cukup sederhana bergambarkan 2 buah apel dan judul yang tertulis, saya sigap memasukkan buku tersebut ke dalam ransel untuk kemudian saya baca.

Dengan tebal kurang dari 300 halaman, buku ini otomatis mudah dibawa kemana-mana. Cerita menarik dengan bahasa yang mudah dipahami, lantas buku ini sangat digemari dan sempat menjadi pemenang buku fiksi terbaik Jakarta book award pada tahun 2011 lalu. Yuk, langsung kita kupas bagaimana isi bukunya!

9 Summers 10 Autumns

Buku ini mengangkat kisah tentang anak dari seorang supir angkot yang menjadi direktur di salah satu kota adidaya dunia, New York. Novel ini bercerita bagaimana ia berjuang untuk menggapai mimpinya dengan segenap rintangan, atau singkatnya banyak usaha yang harus ia tempuh. Penggunaan bahasa yang ringan dan tidak bertele-tele membuat buku ini sarat akan makna kehidupan. Buku ini secara tidak langsung memberikan gambaran dan bukti bahwa ketika kita memiliki mimpi dan berjuang secara sungguh-sungguh, maka sebuah benteng bernama kegagalan bukan tidak mungkin dapat kita robohkan. Selain itu, apapun latar belakang sosial yang kita miliki juga tidak dapat menghalangi kita dalam mengusahakan mimpi.

Terdiri dari 36 bab yang masing-masing babnya berisi pengalaman hidup yang berbeda pula.Buku ini juga diisi dengan pengalaman-pengalaman tak mengenakkan dari sang tokoh yang berada di New York serta hidup sendirian. Kesepian? pasti. Homesick? tak perlu ditanya lagi. Namun, dibalik suatu kesedihan pasti akan diikuti dengan kebahagiaan.

Cerita bermula ketika ia lahir dari ayahnya yang hanya bekerja sebagai sopir angkot, serta ibunya yang bahkan tidak lulus sekolah dasar. Meskipun dari kalangan yang kurang mampu, Ia memiliki empat saudara yang ikatan antar pribadinya  sangat kuat. Dan itulah yang membuat sang tokoh kemudian bertekad untuk menjadi seorang yang sukses dan dapat membanggakan keluarga. Pendidikanlah satu-satunya faktor yang mampu menghambat mereka semua keluar dari zona penderitaan. Penasaran dengan cerita lengkapnya? Yuk beli dan baca lebih lanjut mengenai perjuangan tokoh yang hidup sendirian di kota New York ini.

Penutup

Novel ini sangat cocok bagi P-assengers yang menyukai cerita yang tersusun dari pengalaman hidup orang lain. Selain itu, novel ini juga sangat menarik bagi P-assengers yang tidak terlalu menyukai buku yang berhalaman tebal

 

Terima kasih :)

 

I do believe something very magical can happen when you read a book

– J.K Rowling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *