The PURSUIT of HAPPYNESS

The pursuit of happyness

 

Hai, kali ini saya akan menulis tentang film yang saya rekomendasikan untuk kalian tonton. Film ini merupakan film yang dibuat berdasarkan kisah nyata atau based on true story. Awalnya film ini diangkat dari buku yang di tulis oleh Christopher Paul Gardner, yaitu “The Pursuit of Happyness” buku yang mengkisahkan dirinya sendiri. Film yang berjudul The Pursuit of Happyness ini tentunya sudah banyak kalian ketahui, tetapi mungkin saja masih ada yang belum tahu. Saya akan menceritakan tentang film ini sedikit. The Pursuit of Happyness adalah film biografi yang menceritakan kisah kehidupan sebenarnya dari seorang Christopher Gardner, seorang tuna wisma dan single parents yang berjuang dalam hidup bersama anaknya hingga berhasil menjadi jutawan dan CEO sebuah perusahaan stockbroker ternama di Amerika yaitu Christopher Gardner International Holdings dengan kantor yang kini tersebar di New York, Chicago, and San Francisco. Dari seorang yang miskin hingga menjadi seorang jutawan.

 

Kisah dalam film ini dimulai dari pria bernama Chris Gardner, seorang salesman yang berhasil menjadi pialang saham kaya. Cerita film ini dimulai pada tahun 1981, di San Francisco, California. Linda dan Chris Gardner hidup di sebuah apartemen kecil bersama anak mereka yang berusia lima tahun, Christopher. Chris adalah seorang salesman yang menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk membeli franchise untuk menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portableScanner ini memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal. Linda, istrinya, bekerja sebagai buruh di sebuah laundry. Keluarga kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk. Keadaan semakin parah oleh kebiasaan Chris yang suka memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Linda pergi meninggalkan Chris dan pergi ke New York City. Awalnya ia hendak membawa serta Christopher, namun urung atas permintaan Chris.

 

Dalam keadaan putus asa, Chris tidak sengaja berjumpa dengan seseorang yang membawa mobil Ferrari berwarna merah. Chris bertanya kepada orang itu, pekerjaan apa yang ia lakukan sehingga mampu membeli mobil mewah? Orang tersebut menjawab bahwa ia adalah seorang pialang saham. Sejak saat itu Chris memutuskan untuk berkarier sebagai pialang saham.

 

Chris menerima tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds yang menjanjikan pekerjaan bagi peserta magang terbaik. Dalam masa magang yang tak dibayar itu, Chris mulai kehabisan uang. Akhirnya ia diusir dari rumah sewanya dan menjadi tuna wisma. Selama beberapa hari ia tidur di tempat-tempat umum, namun kemudian ia memutuskan untuk tidur di rumah singgah Glide Memorial Church. Karena keterbatasan tempat, mereka harus mengantri untuk mendapatkan kamar. Kadang mereka berhasil, kadang gagal dan terpaksa tidur diluar. Kemiskinan dan ke-tunawisma-an ini semakin mendorong tekad Chris untuk menjalankan tugas dengan giat dan mendapatkan pekerjaan di Dean Witter Reynolds.

 

Di akhir cerita, Chris berhasil menjadi peserta terbaik dan diterima bekerja di sana. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich. Pada tahun 2006, ia menjual sebagian kecil sahamnya dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.

 

movie.Film yang dibintangi oleh aktor Hollywood yang sangat terkenal ini, yaitu Will Smith dan putranya Jaden Smith, sangat patut di rekomendasikan untuk kalian tonton. Mengapa demikian? Pertama kali saya menonton film ini sampai dengan selesai saya sangat takjub dan terharu. Film ini mengajarkan kita untuk tidak cepat putus asa, dan seperti kata pepatah “banyak jalan menuju Roma”. Seperti dalam sinopsis yang saya ceritakan tadi, karena kesusahannya Chris ditinggal oleh istrinya, dan hanya Christoperlah harta yang ia punya. Ia harus berjuang sendirian untuk menafkahi Chrsitoper dan dirinya, serta bagaimana mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Dalam film The Pursuit of Happyness ini juga mengajarkan kita arti kehidupan itu sendiri. Pahit getirnya perjuangan seorang ayah dan anak laki-lakinya yang masih kecil ini membuat saya meneteskan air mata saat menontonnya. Apalagi saat adegan Chris sudah mulai menjadi tuna wisma dan sempat tidur di kamar mandi umum karena terpaksa bersama anaknya. Dengan air mata berlinang sambil menatap anaknya, satu tangan diberikan sebagai bantal untuk anaknya agar dapat tetap tidur nyenyak dan satu tangan lagi dikerahkan untuk menahan pintu yang tengah ingin dibuka oleh seseorang dari luar. Dia berusaha menghindari pemeriksaan petugas yang sedang memeriksa setiap malam. Adegan-adegan dalam film ini benar-benar banyak mendidik dan mengajarkan saya dalam beberapa hal. Intinya film ini banyak mengandung nilai moral, yang dapat kita contoh dan di pahami.
 

pursuit of happyness

 
Jadi, menurut saya film The Pursuit of Happyness ini sangat amat pantas untuk kalian semua tonton sendiri, bersama teman atau bersama keluarga, dan film ini juga dapat memotivasi kita untuk lebih menghargai kehidupan yang kita miliki sekarang ataupun kehidupan kita di masa yang akan datang. Terutama pelajaran yang bisa diambil dari film ini adalah proses untuk mencapai hasil yang kita inginkan.

 

Teman – teman pembaca, sekian tulisan saya mengenai film yang layak untuk kalian tonton. Jadi jangan lupa tonton film “The Pursuit of Happyness” ya! Terakhir saya akan memberikan beberapa quotes dari Chris Gardner.

Make your vision larger than yourself.

 

If you want something, go get it. Period. —Chris Gardner

Sekian :)

 

Yasmine Raudya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *