Welcome to The 76th Hunger Games

Halo P-assengers!

Masih inget kan tanggal 2 mei kemarin itu Hari Pendidikan Nasional? Nah, kita sebagai pelajar wajib memperingati hari tersebut. PIDAS juga ada cara sendiri nih buat merayakan Hari Pendidikan Nasional. Semua anggota PIDAS diwajibkan membawa buku cerita, lalu kita semua bertukar buku.

Kali ini saya mendapat buku yang kebetulan sudah pernah saya baca waktu dulu. Yaitu “Mockingjay by Suzanne Collins” sekuel ke-3 dari “The Hunger Games”. Buku ini menceritakan kelanjutan dari perjalanan hidup Katniss Everdeen yang menjadi simbol pemberontakan terhadap Capitol setelah “konflik” yang terjadi di Quarter Quell. Setelah terjadinya “pemberontakan” dalam Quarter Quell, Katniss dan peserta lainnya dibawa ke District 13 yang ternyata masih ada dan hidup di bawah tanah. Disini, Katniss dan teamnya berusaha untuk membuat district-district lainnya untuk bergabung dalam gerakan pemberontakan yang dipimpin oleh President Coin. Katniss dan teamnya juga berusaha untuk menjemput Peeta,Joanna, dan Annie yang masih ditahan di Capitol. Setelah berhasil menjemput mereka, Katniss juga masih harus menghadapi tantangan yaitu keadaan Peeta yang sekarang, yang telah “dicuci” otaknya oleh Capitol. Waktu berjalan, akhirnya semua district setuju bergabung dalam gerakan pemberontakan ini dan mulai membantu melumpuhkan sistem yang ada. Mereka semua berjuang memasuki daerah capitol yang nantinya dibuat menjadi seperti arena bermain. Apapun jebakan yang ada, selalu bertujuan untuk membunuh orang yang melewatinya. Disini nih yang merupakan bagian favorit saya di dalam buku hehe. Setelah melawan rintangan yang ada, mereka pun menguasai Snow Mansion dimana President Snow tinggal. Endingnya yaitu, President Snow dieksekusi oleh Katniss yang tetapi berubah pikiran dan membunuh President Coin. Hehe, penasaran kan kenapa malah Coin yang dibunuh? Baca aja bukunya biar tau lebih lanjuttt..

Image result for mockingjay book cover

Jadi apa komentar dan pendapat saya tentang buku ini? Nah,menurut saya, buku ini cukup sulit untuk dibayangkan jika belum menonton filmnya. Karena banyak sistem atau benda yang diciptakan bentuknya sesuai dengan imajinasi Collins. Tetapi jika tidak membaca bukunya juga kita kurang jelas gimana detail ceritanya seperti pada saat apa yang terjadi setelah President Coin dibunuh oleh Katniss. Ataupun apa yang ada di dalam pikiran Katniss dan Peeta dalam perjalanan mereka ke Snow Mansion. Di cerita ini juga bisa diambil beberapa pelajaran hidup untuk kita loh. Apa aja sih? Pertama,kita jadi manusia harus berani bertindak. Karena jika kita merasa takut terus, mau gimana kedepannya kita bakalan ga nyaman dan bakalan rugi di kita sendiri. Kedua, disini kita diajarkan agar tidak langsung percaya begitu saja dengan orang lain. Seperti yang ada di cerita ternyata President Coin punya niat terselubung yaitu menggantikan posisi President Snow. Dan yang terakhir, kita diajarkan betapa pentingnya kerjasama antar manusia. Bisa dibayangkan sendiri, kalau district 1-13 tidak mau bersatu dan membantu satu sama lain untuk menjatuhkan The Capitol? President Snow masih berkuasa, The Hunger Games masih terus dilaksanakan setiap tahunnya. Dan mungkin sekarang sekuel bukunya masih berlanjut eheh.

Overall, I think it’s a good book to read. Terutama buat kalian yang suka dengan buku bergenre fiksi. Tapi kalian juga harus baca buku pertama dan buku keduanya dulu yaa, biar nyambung gitu pas bacaa eheh. Okay, kayaknya sampe disini aja nih review aku tentang bukunya Collins. Terima kasih kalian yang sudah menyempatkan waktu buat membaca artikel inii hehe. Sampai jumpa lagii.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *